Sebuah Pembicaraan Lama

Oleh: Mohammad Nanda Widyarta
Saya ingat sesuatu yang pernah dikatakan oleh arsitek Budi Lim bertahun-tahun lalu. Ia mengatakan bahwa dalam melestarikan suatu kawasan, hendaknya kawasan tersebut jangan sekadar dipercantik secara tempo doeloe. Yang terpenting adalah bagaimana membuat kawasan tersebut berfungsi bukan hanya sebagai obyek turisme. Kawasan itu harus hidup dan menghidupi dirinya sendiri. Kawasan itu bukan sekadar menjadi obyek, tetapi menjadi sebuah subyek. Kira-kira demikian pendapat Budi Lim, kalau saya tidak salah memahaminya.

Stasiun Kota (Beos) merupakan sebuah bagian dari kawasan Kota. Kalau kita ingin melestarikan stasiun ini, kita perlu melihatnya sebagai sebuah bagian dari kawasan Kota. Kurang tepat apabila kita hanya melihat stasiun itu saja, sendiri, sebagai sesuatu yang (seakan-akan) berdiri sendiri tanpa konteksnya. Stasiun itu perlu dilihat sebagai bagian sebuah konteks. Sebetulnya, melihat sesuatu dalam sebuah konteks merupakan sebuah dasar perancangan arsitektur (yang anehnya kerap terlupakan dalam prakteknya).

nanda2

Itu sebabnya telah (lama) ada usaha-usaha untuk melestarikan kawasan Kota. Tetapi, siapa yang berani mengatakan bahwa usaha-usaha itu sudah berhasil, sekalipun sudah berlangsung sejak masa jabatan Ali Sadikin tiga dekade yang lalu?

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada dedikasi para pihak yang telah berusaha untuk melestarikan kawasan Kota (termasuk Stasiun Kota) selama tiga dekade terakhir, saya harus mengakui bahwa kita belum berhasil menghidupkan kawasan tersebut seperti yang selama ini diinginkan dan dibayangkan. Pertanyaannya, kenapa?

Untuk menjawabnya, perlu kita engok sebuah contoh, sekalipun ini bukan contoh untuk pelestarian kawasan. Contoh ini merupakan sebuah contoh perencanaan kota yang berhasil, dan sudah kerap dijadikan sebagai acuan bagi perencanaan kota-kota sekarang. Contoh itu adalah kota Curitiba di Brasil. Saya tidak akan cerita panjang lebar tentang keberhasilan perencanaan Curitiba. Tapi saya tekankan satu hal: di Curitiba, kunci keberhasilan adalah sebuah perencanaan yang komprehensif. Bila Anda sempat membaca artikel tentang Busway oleh Bambang Eryudhawan di majalah Tempo edisi akhir Januari-awal Februari 2009 (sekalipun artikel itu diturunkan sebagai perbandingan terkait dengan ulasan tentang Busway di Jakarta), maka Anda akan dapat melihat keberhasilan Curitiba melalui perencanaan yang komprehensif. Tidak ada perencanaan yang hanya sebagian saja (partial). Perencanaan tentang transportasi publik, perumahan, daur ulang sampah, sampai pengendalian banjir, semua tidak direncanakan dan dilakukan secara terpisah, tetapi secara integral dan cerdas.

Lalu, apa hubungannya dengan Beos?

Kita akan sulit untuk melestarikan Stasiun Kota tanpa melestarikan kawasan Kota. Tetapi akan sulit juga untuk melestarikan kawasan Kota tanpa adanya perencanaan Jakarta (maksudnya: perencanan Jakarta yang kemudian dipraktekkan) secara komprehensif dan integral, yang memasukkan isyu pelestarian di dalam perencanaan itu.

Anda ingin kawasan Kota lestari? Anda ingin melihat keanggunan Stasiun Kota kembali? Kalai ya, maka kawasan Kota perlu dijadikan sebuah kawasan yang hidup lagi. Bukan hidup oleh turisme saja. Tetapi hidup karena Kota menjadi sebuah kawasan yang berfungsi dan hidup sebagai bagian dari urban fabric Jakarta. Di situ perlu ada lagi kehidupan komersial seperti dulu lagi. Atau mungkin akan ada lembaga pendidikan yang bersedia membuka kampusnya di sana? Prinsipnya, kawasan Kota jangan sekadar menjadi obyek turis.

Tapi, tentu saja hal itu hanya akan terjadi bila Jakarta direncanakan secara komprehensif, secara integral. Jangan lagi mengurusi pelestarian, transportasi umum, pengembangan ekonomi kota, dan sebagainya, secara sendiri-sendiri. Urusi semua itu secara integral.


Penulis adalah Pengamat dan
Peneliti Arsitektur serta dosen di
Program Studi Arsitektur Universitas Tarumanagara

Advertisements

Leave a comment

Filed under Pendapat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s